header-int

Mahasiswa Harus Tetap Menghargai Kebhinekaan Indonesia

Kamis, 28 Feb 2019, 09:11:13 WIB - 36 View
Share
Mahasiswa Harus Tetap Menghargai Kebhinekaan Indonesia

BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong, turut harid dalam Silaturahmi Daerah BEM Pesantren se-Tapal Kuda. Jumat-Minggu (15-17/2) lalu, kegiatan bertema REKONTRUKSI PERAN MAHASISWA dalam Menjaga Kebhinekaan Menuju Masyarakat Madani, ini digelar di Kampus Universitas Yudharta Pasuruan.

Halaqoh BEM Pesantren merupakan forum komunikasi lintas kampus yang bernaung di bawah yayasan perguruan tinggi berbasis pesantren. Serta, menjadi satu-satu wadah yang mengkomodir secara kelembagaan pesantren-pesantren yang memiliki perguruan tinggi.

Forum halaqoh BEM Pesantren ini memiliki kegiatan rutin setiap tahunnya. Di antaranya Musyawarah Wilayah (Muswil); Silaturrahim Nasional (Silatnas), Silaturahim Daerah (Silatda), Musyawaroh Kerja Nasional (Mukernas), dan Muktamar. Sejumlah kegiatan itu diikuti oleh perguruan tinggi yang berbasisi pesantren di seluruh Indonesia.

Ada dua mahaiswa yang menjadi perwakilan BEM STIKes Hafshawaty. Di adalah Sandi Prasetyo Dwi Nugroho mahasiswa semester V S-1 Keperawatan dan Imron Buhori mahasiswa semester III S-1 Keperawatan.

Sandi mengatakan, kegiatan silaturrahmi daerah BEM Pesantren ini sangat baik. Karena, merupakan kegiatan positif yang dapat mempererat rasa kekeluargaan dan persaudaraan serta tali silaturrahmi antar-BEM Pesantren. “Selain itu, kegiatan ini juga merupakan kegiatan yang terstruktur. Di dalamnya terdapat program kerja bagi BEM Pesantren dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, dalam kegiatan itu juga digelar seminar yang diisi oleh Dr. Estalita Kelly M.si dan Dr. Khafidz Rosyidi M.T. Dalam kesempatan itu, Khafidz mengatakan, di era ini mahasiswa harus tetap memegang teguh rasa saling menghormati dan menghargai Kebhinekaan Indonesia. “Demi masa depan yang mapan dengan rasa persatuan dan kesatuan yang kuat antarwarga negara dengan perasaan multikulturalisme yang baik,” ujarnya.

Dari hasil acara Silatda, ada sejumlah program tindak lanjut ke depannya. Di antaranya, akan digelar Muswil pada April 2019 di Pacitan. Serta, akan ada penyuluhan, pertemuan, atau silaturahmi antarzona atau daerah dalam dua bulan sekali. (Ayu)

© 2019 STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Follow STIKes Hafshawaty : Facebook Twitter Linked Youtube