header-int

Komunikasi Jadi Penentu Kualitas Perawat

Kamis, 28 Feb 2019, 09:08:53 WIB - 153 View
Share
Komunikasi Jadi Penentu Kualitas Perawat

BERBAGAI kegiatan dilakukan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong untuk meningkatkan dan menambah kualitas dan pengetahuan mahasiswa. Salah satunya dengan menggelar kuliah pakar.

Acara yang digelar di GOR Damanhury Romli Pesantren Zainul Hasan Genggong, Sabtu (16/2) lalu, itu dikuti ratusan mahasiswa STIKes Hafshawaty mulai pukul 10.00 sampai 11.30 WIB. Mereka berasal dari program studi D-3 Keperawatan dan S-1 Keperawatan.

Dalam kegiatan kali ini, pihak kampus mengundang Kepala Bidang Pendidikan dan Penelitian RSUD dr. Saiful Anwar Malang, Sri Endah Noviani, S.H., M, Sc., sebagai narasumber. Dia begitu bersahabat dengan mahasisiwa, sehingga membuat mahasiswa antusias dalam menyimak dan mengikuti acara sampai selesai.

Dalam kegiatan bertema “Etika dan Karakter Perawat dalam Menyongsong Revolusi Industry 4.0,” itu, Novi memberikan arahan tentang bagaimana berkomunikasi verbal yang baik dengan pasien dan keluarga pasien. Menurutnya, komunikasi merupakan sesuatu yang menentukan kualitas perawat.

“Rumah sakit merupakan tempat yang tidak disukai banyak orang. Jadi, harus menggunakan komunikasi yang benar-benar baik agar bisa diterima oleh pasien dan keluarga pasien. Agar tidak menambah stressor mereka yang sedang sakit dan tidak suka berada di rumah sakit,” ujarnya.

Selain itu, Novi juga menyampaikan agar menjadi petugas medis, harus lebih banyaklah mendengar. Menurutnya, semua hal yang menjadi keluhan pasien maupun keluarganya harus didengarkan dulu.

“Dengarkan dulu sampai pasien atau keluarganya selesai menyampaikan keluhannya. Setelah itu baru dijawab. Dari situ kalian bisa terlebih dahulu memikirkan jawabannya agar terhindar dari kesalahan menjawab yang dapat menyinggung hati pasien,” jelasnya.

Salah satu mahasiswi S-1 Keperawatan semester VI Ifroh Amalia mengaku, sangat termotivasi dengan materi yang disampaikan Novi. Menurutnya, banyak manfaat yang bisa dipetik, terutama tentang bagaimana berkomunikasi. “Saya bisa belajar bagaimana mempersiapkan diri sebagai tenaga medis yang ramah serta sesuai keinginan pasien dan keluarga,” ujarnya. (ayu)

© 2019 STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Follow STIKes Hafshawaty : Facebook Twitter Linked Youtube